Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Dengan digantikannya KTSP, proses pembelajaran pun sedikit berubah. Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran.
Pembelajaran tematik menjadi karakteristik Kurikulum 2013. Pembelajaran tematik yang sebelumnya diterapkan pada kelas bawah (1-3), diadopsi untuk diterapkan pada kelas atas (4-6), dengan sumber belajar (dalam hal ini buku) di-drop dari pusat. Buku-buku yang di-drop mencakup buku siswa dan buku guru yang sengaja dibuat sinkron. Tapi entah entah bagaimana alasannya, contoh-contoh buku-buku yang diberikan (dalam bentuk BSE) pada saat sosialisasi Kurikulum 2013 berganti-ganti. Artinya, ketika sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal sekian, menggunakan sepaket buku dari Penerbit A; sosialisasi di lain tanggal, menggunakan sepaket buku dari Penerbit B.
Guru pun yang katanya tinggal menjalankan Kurikulum 2013 dengan segala macam administrasi dibagikan oleh pusat menjadi bingung, akan memakai buku yang mana. Tidak hanya itu, keterlambatan distribusi buku-buku pun menjadi kendala yang menghiasi permulaannya pelaksanaan Kurikulum 2013.
Tematik pun menjadi kendala lain. Guru kelas 4-6 yang biasanya mengajar per-mapel, kini harus mengajar secara tematik.
Mungkin dengan adanya Sumber Belajar Online dengan didukung peralatan mengajar lain (seperti LCD Proyektor) akan banyak membantu pelaksanaan Kurikulum 2013.






0 komentar:
Posting Komentar